Go to...

NASA Kembali Temukan Planet Mirip Bumi

Jakarta, CNN Indonesia — Instrumen Kepler buatan NASA yang sengaja dirancang untuk mencari planet mirip Bumi kembali menemukan temuan baru. Kepler menangkap planet yang lebih besar dan tua dari Bumi di zona layak huni.“Sekarang Bumi tidak begitu kesepian,” kata peneliti Kepler, Jon Jenkins.

Planet mirip Bumi itu dinamakan Kepler-452b. Lokasinya sekitar 1.400 tahun cahaya dari Bumi di dalam konstelasi Cygnus. Mengutip situs CNN, NASA menyatakan bahwa Kepler-452b lebih besar 60 persen dari Bumi. (Baca: Mendatangi Planet Mirip Bumi Cuma Mimpi?)

Hal menariknya, tempat ia ‘bersemayam’ adalah di zona layak huni, kawasan di mana cairan air yang bisa menopang kehidupan sangat mungkin hadir di permukaan planet.

im NASA meyakini, jika kita mengunjungi Kepler-452b, kita bakal merasakan gaya gravitasi dua kali lipat dari Bumi. Namun, NASA sendiri belum bisa memastikan apakah permukaan Kepler-452b berbatu dan memiliki elemen air serta udara seperti Bumi. Kendati begitu, peneliti planet mengatakan akan lebih baik apabila permukaannya betul-betul berbatu.

Sementara jarak Kepler-452b dengan bintang induknya sedikit lebih jauh ketimbang jarak Bumi dengan Matahari. Hanya saja bintang induknya lebih cerah dari Matahari, sehingga ‘sepupu’ Bumi ini mendapatkan energi yang sama banyaknya. (Baca: Mengenal Delapan Planet yang Mirip Bumi)

Kepler-452b diyakini membutuhkan waktu 385 hari untuk mengorbit bintang induknya — tak beda jauh dari waktu orbit Bumi terhadap Matahari, yaitu 365 hari.

Jenkins pun mengungkapkan bahwa sinar ‘matahari’ Kepler-452b juga sama seperti yang diterima oleh Bumi dari Matahari. Tak hanya itu, Jenkins juga mengatakan, planet ini memiliki atmosfer walaupun belum bisa dipastikan terbuat dari bahan apa.

Masih dari pendapat Jenkins, apabila asumsi geografisnya tepat, maka atmosfer Kepler-452b kemungkinan lebih tebal dari Bumi dan memiliki gunung berapi aktif.

“Ini bisa jadi kesempatan besar bagi lahirnya kehidupan. Tentu yang diperlukan adalah semua bahan dan kondisi yang mendukung peradaban agar bisa sungguh-sungguh tercipta di planet ini,” lanjut Jenkins.

Pesawat antariksa Kepler diluncurkan pada 7 Maret 2009. Observasi Kepler yang dijalankan pada Mei 2009 hingga April 2013 berhasil mendeteksi lebih dari 554 kandidat planet. Sejak Januari lalu, jumlahnya meningkat menjadi 4.175 planet.

Temuan terakhir Kepler lainnya pada Januari kemarin adalah Kepler-440b, 438b, dan 442b, setelah di tahun sebelumnya ia juga berhasil menemukan Kepler-186f, 62f, 62e, 296e, 296f, dan 440b yang juga dimasukan ke dalam daftar kembaran Bumi.

“Sepupunya bumi”

Astronom mengatakan Kepler-186f terletak di tepi luar wilayah bersuhu layak huni, yang berarti danau, sungai atau lautan dapat eksis tanpa membeku atau mendidih.

“Yang membuat temuan ini menarik adalah planet berukuran seperti bumi ini, satu dari lima planet yang mengorbiti sebuah bintang, yang lebih sejuk dari matahari, terletak di wilayah beriklim sedang di mana air dapat hadir dalam bentuk cairan,” ujar ketua tim Elisa Quintana dari Pusat Riset Ames NASA.

Namun ia lebih menganggap planet ini sebagai “sepupunya bumi” dan bukan kembaran bumi karena mengorbiti bintang yang lebih redup dan lebih kecil dari matahari, yang kemungkinan besar lebih dingin dari bumi (baca juga : Kehidupan Setelah Kematian Dibuktikan Secara Ilmiah)

Sumber : http://www.cnnindonesia.com

About Informasi Untuk Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download Youtube Now


Recent Comments